Dari Redaksi Salira TV,
Pada setiap kegiatan liputan jurnalistik dan atau kunjungan kerja, Wartawan Salira TV dilengkapi dengan ID Pers dan Surat Tugas yang masih berlaku, serta namanya tercantum di Box Redaksi https://salira.tv/redaksi/

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum berhak untuk meminta kepada yang mengaku sebagai Wartawan Salira TV untuk menunjukkan ID Pers & Surat Tugas yang masih berlaku.

Calon Narasumber, Instansi Pemerintahan, Sekolah, Pengusaha, dan Masyarakat Umum juga berhak untuk mengambil foto close-up yang bersangkutan, dan mengkonfirmasikannya ke Nomor WhatsApp Center Salira TV di 0838-9640-3437.

Jika yang bersangkutan terbukti Bukan Wartawan Salira TV, Calon Narasumber dan juga Redaksi Salira TV dapat melaporkannya kepada Pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti sebagai kasus Pidana Pemalsuan Identitas yang merugikan Calon Narasumber dan Perusahaan Media Salira TV.
Terimakasih.

Lowongan Jadi Wartawan & Content Creator di Salira TV

Download & Install Aplikasi Salira TV ~ TV Android 24 Jam di Playstore

Cek Fakta dengan 5W+1H, Siapa, Tentang apa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana kejadiannya

Calon Media Online HUMAS.ID – Untuk Anda (termasuk saya) yang memang bergerak dalam bidang Jurnalistik, maka postingan ini adalah sangat penting untuk dipahami.

Sebagai insan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka UT Bandung, maka saya adalah perlu memahami ini juga. Sengaja di tulis di judul untuk semua poin pentingnya.

Itu adalah urutan dalam / ketika melakukan wawancara atau investigasi suatu kabar, untuk cek dan cross chek kebenarannya, apakah kabar tersebut adalah Fakta atau Hoax.

Jadi, ketika seorang Wartawan mendapatkan kabar “burung” terhadap suatu kabar berita yang datang dari perorangan atau individual, dan yang memberi kabar itu adalah bukan langsung dari sumbernya, maka Wartawan wajib tidak percaya begitu saja.

Lalu, selanjutnya langkah apa yang harus dilakukan oleh Wartawan tersebut?

Langkah selanjutnya adalah : Wartawan harus mengunjungi secara fisik ke sumber informasi/kabar. Harus bertanya langsung kepada narasumber, kepada orangnya, kepada yang mengalami kejadian dimaksud, atau kepada orang yang mengalami kejadian itu.

Jadi sebagai seorang Wartawan adalah wajib untuk tidak percaya kepada ucapan yang bukan dari sumbernya langsung.

Nah, dalam wawancara kepada narasumber, terdapat urutannya agar didapat hasil data yang akurat dan terpercaya.

Urutan hal-hal yang harus ditanyakan langsung ke Narasumber adalah dengan 5W + 1H sebagai berikut :

  1. WHO = Siapa
  2. WHAT = Tentang apa
  3. WHERE = Di mana
  4. WHEN = Kapan
  5. WHY = Mengapa, dan
  6. HOW = Bagaimana kejadiannya

Itulah urutannya, Jadi pertanyaannya harus berurut seperti itu dari 1 s.d 6

Demikian semoga bermanfaat ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *